Kumpulan artikel menarik seputar kesehatan, nutrisi, dan tips hidup sehat.

Jumat, 04 Mei 2012

Bahaya Radiasi Ponsel Bagi Perkembangan Janin


Ponsel tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sesorang. Namun penggunaan posel bagi Ibu yang sedang hamil nampaknya harus dikurangi intensitasnya. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu gangguan perilaku pada janin yang dikandung Ibu akibat dari radiasi yang ditimbulkan.

Pada penelitian di Yale University mengungkapkan bahwa, radiasi yang ditimbulkan pada ponsel dapat memicu gangguan perilaku dan membuat anak tumbuh menjadi hiperaktif karena mampu mempengaruhi perkembangan otak anak. Pada penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan obyek sekelompok tikus betina. Hasil dari penelitian tersebut para peneliti memaparkan radisasi ponsel selama masa kehamilan. Akibatnya saat diamati di laboratorium, anak-anak tikus yang dilahirkan cenderung memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi dari anak tikus pada umumnya. Peningkatan aktivitas di beberapa bagian otak tersebut diyakini mirip seperti pada penderita Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Gangguan ini seringkali menyebabkan anak susah konsentrasi, selalu gelisah dan susah mengingat sesuatu karena kapasitas memorinya tidak mampu berkembang.

Prof Hugh Taylor selaku pemimpin penelitian tersebut menyatakan, “Pada manusia, meningkatnya gangguan perilaku seperti misalnya GPPH kemungkinan besar masih terkait dengan pemakaian ponsel secara berlebihan saat hamil”, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (16/3/2012).

Walaupun telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah, tak pelak hasil penelitian ini memicu kontroversi di kalangan para ilmuwan sendiri. Tidak sekedar menyamakan manusia dengan tikus, tetapi dalam kasus ini tikus tidak dapat mewakili kondisi ibu hamil. Beberapa diantara alasannya adalah soal ukuran tikus, yang kadang-kadang sama atau malah tidak lebih besar dari ukuran ponsel. Sehingga kondisinya tidak sama, karena pada manusia radiasi ponsel hanya pada sekitar kepala, namun pada tikus radiasi langsung pada seluruh bagian tubuh tikus. Selain itu, tikus hanya mengandung antara 19 hari sehingga saat bayi tikus tersebut lahir kondisi otak bayi tikus belum matang. Hal ini sangat berbeda dengan bayi manusia yang harus dikandung sekitar 9 bulan, sehingga bayi dapat tumbuh optimal tanpa pengaruh radiasi selama didalam kandungan. Sedangkan untuk GPPH itu sendiri adalah gangguan perilaku dengan ciri seperti susah konsentrasi, hiperaktif dan impulsif atau hanya menuruti keinginan tanpa pikir panjang.

Namun sesungguhnya radiasi ponsel memang berbahaya / tidak bagus bagi otak manusia. Lebih baik waspada dengan mengurangi intensitas penggunaan ponsel agar terhindar dari dampak buruk radiasi ponsel.

0 komentar:

Posting Komentar